Dashboard Diagnosis
0 / 8 gejalaPilih gejala di bawah untuk memulai diagnosis β
π Cara Menggunakan βΌ
1. Amati tanaman cabai yang menunjukkan gejala layu.
2. Pilih kondisi yang paling sesuai pada setiap kategori gejala di bawah.
3. Persentase dan kesimpulan diperbarui otomatis setelah setiap pilihan.
4. Kategori Uji Ooze memiliki bobot tertinggi β lakukan untuk hasil paling akurat.
β οΈ Alat ini bersifat panduan lapangan, bukan pengganti diagnosis laboratorium resmi.
Kecepatan Layu
bobot 3Seberapa cepat gejala layu muncul sejak tanaman pertama kali terlihat tidak sehat?
Warna Daun Saat Layu
bobot 3Amati warna daun β terutama saat tanaman baru mulai menunjukkan gejala layu:
Pola Penyebaran Layu
bobot 2Perhatikan bagaimana layu menyebar pada tanaman:
Kondisi Batang
bobot 2Periksa batang bagian bawah (pangkal) tanaman yang terinfeksi:
Kondisi Akar
bobot 2Cabut tanaman perlahan β amati sistem akar secara langsung (opsional, sangat dianjurkan):
Bedah Batang (Irisan Melintang)
bobot 3Potong batang secara melintang di pangkal β perhatikan warna jaringan pembuluh (xilem):
Uji Ooze
Bobot 5 Β· Paling DefinitifPotong batang 5β10 cm dari pangkal β celupkan ke gelas berisi air jernih β diamkan 1β5 menit β amati:
Kondisi Lingkungan
bobot 1Kondisi lingkungan dominan saat gejala pertama kali muncul:
π Rekomendasi: Layu Fusarium
πΎ Kulturil βΌ
- βΈRotasi tanaman dengan non-Solanaceae minimal 2β3 musim (padi, jagung, kacang-kacangan)
- βΈPerbaiki drainase lahan β hindari kondisi tanah lembab berlebihan
- βΈPengapuran tanah untuk menaikkan pH ke 6,5β7,0 (menghambat pertumbuhan Fusarium)
- βΈSolarisasi tanah: tutup dengan plastik transparan selama 4β6 minggu sebelum tanam
- βΈGunakan mulsa organik untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembaban tanah
π¦ Agen Hayati βΌ
- βΈTrichoderma harzianum atau T. viride β taburkan di zona perakaran saat tanam
- βΈBacillus subtilis β siramkan larutan ke tanah sekitar pangkal batang
- βΈPseudomonas fluorescens β semprot atau aplikasi cair ke tanah
- βΈKompos matang β meningkatkan populasi mikroba antagonis alami di tanah
π§ͺ Kimia βΌ
- βΈFungisida: karbendazim (MBC), benomyl, atau thiophanate-methyl
- βΈPerlakuan benih (seed treatment) dengan fungisida sistemik sebelum tanam
- βΈDrenching tanah: siramkan fungisida di sekitar pangkal batang
- βΈMetalaxyl untuk perlindungan akar tambahan
π‘ Pengelolaan Terpadu (PHT) paling efektif: kombinasikan pendekatan kulturil + biologis + kimia sesuai kondisi lapangan.
π Rekomendasi: Layu Bakteri
πΎ Kulturil βΌ
- βΈRotasi tanaman jangka panjang minimal 3β4 musim β gunakan padi, jagung, atau kacang-kacangan
- βΈPerbaiki drainase secara menyeluruh β hindari genangan air sama sekali
- βΈSanitasi lahan: cabut dan BAKAR (jangan kompos) semua tanaman yang terinfeksi
- βΈGunakan bibit sehat dari sumber terpercaya yang bebas patogen
- βΈSterilisasi media semai dengan solarisasi atau uap panas sebelum digunakan
- βΈHindari luka mekanis berlebihan pada akar saat pengolahan tanah
π¦ Agen Hayati βΌ
- βΈPseudomonas fluorescens β menghasilkan siderophore dan antibiotik antagonis Ralstonia
- βΈBacillus subtilis β aplikasi sebagai biokontrol di zona perakaran
- βΈKendalikan nematoda bintil akar (Meloidogyne spp.) dengan Paecilomyces lilacinus β kurangi pintu masuk infeksi
π§ͺ Kimia βΌ
- βΈTembaga hidroksida atau tembaga oksiklorida β menekan populasi bakteri (tidak mengeliminasi)
- βΈStreptomycin sulfat β efektivitas bervariasi, gunakan dengan bijak
- βΈFumigan tanah (kloropikrin atau metam sodium) untuk lahan endemik sebelum tanam
- βΈβ οΈ Belum ada bakterisida yang benar-benar efektif secara konsisten untuk penyakit ini
π§ Pengelolaan Air βΌ
- βΈGunakan air irigasi bersih β hindari saluran irigasi yang mungkin terkontaminasi
- βΈPreferensikan sistem irigasi tetes (drip irrigation) daripada irigasi permukaan
- βΈHindari percikan air dari tanah ke batang dan daun tanaman
π‘ Pengelolaan Terpadu (PHT) paling efektif: kombinasikan pendekatan kulturil + biologis + kimia sesuai kondisi lapangan.
π Tabel Perbandingan Cepat βΌ
| Gejala | Fusarium | Bakteri |
|---|---|---|
| Kecepatan layu | Lambat (hariβminggu) | Cepat (1β3 hari) |
| Warna daun | Menguning | Tetap hijau β‘ |
| Pola layu | Asimetris | Seluruh tanaman |
| Busuk akar | Kering, rapuh | Basah, berlendir |
| Warna xilem | Tidak merata | Merata melingkar |
| Uji Ooze π¬ | NEGATIF (jernih) | POSITIF (lendir) |
Punya masukan atau pertanyaan? Beri tahu kami
Disusun oleh BRMP Kalimantan Barat
Ref: Agrios GN (2005) Plant Pathology 5th Ed. Β· Hayward AC (1991) Ann Rev Phytopathol
CABI Crop Protection Compendium Β· BALITSA Indonesia